Blog Kerajaan Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Kamis, 15 November 2012

Paper (Karakteristik Agent Fisik)


KARAKTERISTIK AGENT FISIK
Agent fisik adalah agent tidak hidup bersifat fisik yang dapat menyebabkan penyakit. Agent fisik terdiri dari suhu, kelembaban, kebisingan, radiasi, tekanan, panas, dan trauma mekanik (pukulan, tabrakan).
1.      Suhu
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Tubuh manusia akan selalu berusaha mempertahankan keadaan normal dengan suatu system tubuh yang sempurna sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di luar tubuh tersebut. Tetapi kemampuan untuk menyesuaikan dirinya dengan temperature luar adalah jika perubahan temperature luar tubuh tersebut tidak melebihi 20 % untuk kondisi panas dan 35 % untuk kondisi dingin dari keadaan normal tubuh.
Keseimbangan panas suhu tubuh manusia selalu dipertahankan hamper konstan/menetap oleh suatu pengaturan suhu pada tubuh manusia. Suhu menetap ini adalah akibat keseimbangan antara panas yang dihasilkan didalam tubuh sebagai akibat metabolisme dan pertukaran panas diantara tubuh dan lingkungan sekitar. Dalam hal ini darah sangat berperan dalam membawa panas dari tubuh dalam ke kulit sehingga panas dihamburkan kesekitarnya.
Adapun suhu tubuh dihasilkan dari :
1)      Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate, BMR) di semua sel tubuh.
2)      Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil).
3)   Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron).
4)      Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel.
5)  Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun.

Suhu tubuh normal manusia:
Suhu tubuh manusia diatur oleh system thermostat di dalam otak yang membantu suhu tubuh yang konstan antara 36.5˚C dan 37.5˚C. Suhu tubuh normal manusia akan bervariasi dalam sehari. Seperti ketika tidur, maka suhu tubuh kita akan lebih rendah dibanding saat kita sedang bangun atau dalam aktivitas. Dan pengukuran yang diambil dengan berlainan posisi tubuh juga akan memberikan hasil yang berbeda. Pengambilan suhu di bawah lidah (dalam mulut) normal sekitar 37 ˚C, sedang diantara lengan (ketiak) sekitar 36.5 ˚C sedang di rectum (anus) sekitar 37.5 ˚C.

Gangguan Kesehatan Akibat Suhu Tubuh:
a.      Demam
Demam dapat terjadi karena mekanisme pengeluaran panas tidak mampu untuk mempertahankan kecepatan pengeluaran kelebihan produksi panas, yang mengakibatkan peningkatan suhu tubuh abnormal. Demam biasanya tidak berbahaya jika berada pada suhu di bawah 39°C. Davis dan Lentz (1989) merekomendasikan untuk menentukan demam berdasarkan beberapa pembacaan suhu dalam waktu yang berbeda pada satu hari dibandingkan dengan suhu normal orang tersebut pada waktu yang sama, di samping terhadap tanda vital dan gejala infeksi.
b.      Kelelahan Akibat Panas
Kelelahan akibat panas terjadi bila diaforesis yang banyak mengakibatkan kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan. Disebabkan oleh lingkungan yang terpajan panas. Tanda dan gejala kurang volume cairan adalah hal yang umum selama kelelahan akibat panas. Tindakan pertama yaitu memindahkan klien ke lingkungan yang lebih dingin serta memperbaiki keseimbangan cairan dan elektrolit.
c.       Hipertermia
Peningkatan suhu tubuh sehubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk  meningkatkan pengeluaran panas atau menurunkan produksi panas adalah hipertermia. Setiap penyakit atau trauma pada hipotalamus dapat mempengaruhi mekanisme pengeluaran panas. Hipertermia malignan adalah kondisi bawaan tidak dapat mengontrol produksi panas, yang terjadi ketika orang yang rentan menggunakan obat-obatan anastetik tertentu.
d.      Hipotermia
Pengeluaran panas akibat paparan terus-menerus terhadap dingin mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi panas, mengakibatakan hipotermia.
Hipotermia diklasifikasikan  melalui pengukuran suhu inti:
  • Ringan: 33°C-36°C
  • Sedang: 30°C-33°C
  • Berat: 27°C-30°C
  • Sangat berat: <30°C
e.       Heat Cramps
Heat cramps, adalah kondisi mengancam jiwa dimana suhu tubuh mencapai lebih dari 400C atau lebih. Heat stroke dapat disebabkan karena kenaikan suhu lingkungan , atau aktivitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh. Dengan tanda dan gejala sebagai berikut :
  • Tidak berkeringat. Jika head stroke disebabkan oleh suhu lingkungan yang sangat panas, maka kulit cenderung terasa panas dan kering
  • Kemerahan pada kulit
  • Gejala saraf lain, misalnya kejang, tidak sadar, halusinasi
f.        Heat Exhaustion
Heat exchaustion, adalah kelelahan karena panas, yakni suatu keadaan yang terjadi akibat terkena panas selama berjam-jam, dimana hilangnya banyak cairan karena berkeringat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang pingsan. Dengan tanda dan gejala sebagai berikut :
  • Kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena keringat.
  • Kulit menjadi dingin, pucat, dan lembab,
  • Penderita menjadi linglung / bingung hingga terkadang pingsan.
 g.      Heat Stroke
Heat stroke,adalah suatu keadaan yang bias berakibat fatal, yang terjadi akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jika tidak segera diobati, bias menyebabkan kerusakan yang permanent atau kematian. Dengan tanda dan gejala sebagai berikut :
  • Sakit kepala, perasaan berputas (vertigo).
  • Denyut jantung meningkat dan bias mencapai 160-180 kali/menit (normal 60-100 kali/menit).
  • Suhu tubuh meningkat sampai 400-410C, menyebabkan perasaan seperti terbakar.

Pencegahan:
Cara pencegahan tekanan panas dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain:
a)      Memperbaiki aliran udara atau sistem ventilasi yang lebih sempurna.
b)  Mereduksi tekanan panas dilingkungan kerja yang ada sumber panasnya, sehingga diperoleh efisiensi kerja yang baik.
c)      Penerapan teknologi pengendalian untuk menurunkan suhu basah dibawah nilai ambang batas.
d)    Penggunaan teknis perlindungan agar tidak terpapar terhadap tekanan panas dan pemeliharaan kesegaran jasmani.
e)      Penyediaan air minum yang cukup untuk keseimbangan cairan tubuh.
f)       Penyesuaian berat ringan pekerjaan.

2.      Kelembaban
Kelembaban udara adalah tingkat kebasahan udara karena dalam udara air selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Penyakit karena kelembaban kebanyakan adalah yang disebabkan jamur, karena kelembaban pada pakaian yang tidak bisa dikeringkan dengan baik, menyebabkan jamur kulit seperti di selangkangan, sela jari kaki, lipat payudara.

3.      Kebisingan
Bising adalah campuran dari berbagai suara yang tidak dikehendaki ataupun yang merusak kesehatan.
Jenis-jenis kebisingan yang sering ditemukan meliputi:
·      Kebisingan kontinu dengan spektrum frekuensi yang luas (steady state, wide band noise), misalnya mesin-mesin, kipas angin, dapur pijar dan lain-lain.
·      Kebisingan kontinu dengan spektrum frekuensi sempit (steady state, narrow band noise), misalnya gergaji sirkuler, katup gas dan lain-lain.
·      Kebisingan terputus-putus (intermittent), misalnya lalu lintas, suara kapal terbang di lapangan udara.
·      Kebisingan impulsive (impact or impulsive noise), seperti pukulan palu, tembakan bedil, atau meriam, ledakan.
·      Kebisingan impulsive berulang, misalnya mesin tempa di perusahaan

Keputusan Menteri  Lingkunagan Hidup dalam (SK Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor KEP.48/MENLH/11/1996) menyebutkan nilai baku timgkat Kebisingan untuk kawasan/lingkungan kegiatan yaitu:
Tabel.2.3 : Nilai Baku Tingkat Kebisingan Untuk
Kawasan/Lingkungan Kegiatan
Peruntukan Kawasan/lingkungan kegiatan
Tingkat kebisingan (dB)
A.    Peruntukan Kawasan

1.      Perumahan/pemukiman
55
2.      Perdagangan/jasa
70
3.      Perkantoran
65
4.      Taman (Ruang Terbuka Hijau)
50
5.      Industri
70
6.      Kantor Pemerintahan
60
7.      Tempat Rekreasi
70
8.      Khusus:

a.       Bandar Udara
70
b.      Pelabuhan Laut
70
c.       Stasiun Kereta api
70
d.      Cagar Budaya
60
B.     Lingkungan Kegiatan

1.      Rumah Sakit dan Sejenisnya
55
2.      Sekolah Dan Sejenisnya
55
3.      Tempat Ibadah dan Sejenisnya
55

Pengaruh kebisingan terhadap kemungkinan timbulnya gangguan terhadap kesehatan sangat dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu intensitas kebisingan, frekuensi kebisingan, lamanya seorang berada ditempat bising, sifat bising, umur dan kepekaan seseorang terhadap paparan bising. Intensitas kebisingan yang melebihi ambang batas akan menyebabkan penurunan yang serius pada kondisi kesehatan seseorang khususnya gangguan pendengaran, dan bila berlangsung lama akan menyebabkan kehilangan pendengaran sementara, yang lambat laun dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen.
Intensitas kebisingan yang tinggi dan melebihi NAB mempunyai efek yang merugikan kepada daya kerja meliputi:
a.      Gangguan komunikasi
Kebisingan dapat menggangu percakapan sehingga akan mempengaruhi komunikasi yang sedang berlangsung (tatap muka/via telepon). Risiko potensial kepada pendengaran terjadi apabila komunikasi pembicaraan harus dijalankan dengan berteriak. Gangguan komunikasi ini menyebabkan terganggunya pekerjaan bahkan mungkin terjadi kelelahan, terutama pada peristiwa penggunaan tenaga baru.
b.      Gangguan Tidur
Kualitas tidur seseorang dapat dibagi menjadi beberapa tahap mulai dari tahap terjaga sampai tidur lelap. Kebisingan bisa menyebabkan gangguan dalam bentuk perubahan tahap tidur, gangguan yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain motivasi bangun, kenyaringan, lama kebisingan, fluktuasi kebisingan dan umur manusia.
 c.       Gangguan Psikologis
Kebisingan bisa menimbulkan gangguan psikologis seperti kejengkelan, kecemasan dan ketakutan. Tergantung pada intensitas, frekuensi, perioda, saat dan lama kejadian, kompleksitas spektrum/kegaduhan dan ketidakteraturan kebisingan.
d.      Gangguan Produktifitas Kerja
Kebisingan dapat menimbulkan gangguan terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan seseorang melalui gangguan psikologis dan gangguan konsentrasi sehingga menurunkan produktifitas kerja.
e.       Gangguan Mental Emosional
Gangguan ini berupa terganggunya kenyamanan hidup, mudah marah dan menjadi lebih peka atau mudah tersinggung.
f.        Gangguan Kesehatan
Kebisingan berpotensi untuk mengganggu kesehatan manusia apabila manusia terpapar suara keras dalam suatu periode yang lama dan terus menerus.
g.      Gangguan Fisiologi
Kebisingan dapat menimbulkan gangguan terhadap sistim jantung dan peredaran darah melalui mekanisme hormonal yaitu diproduksinya hormon adrenalin, dapat meningkatkan frekuensi detak jantung dan tekanan darah. Kejadian ini termasuk gangguan kardiovaskuler.

Pengendalian Kebisingan:
a.   Pengendalian pada Sumber
Pengendalian kebisingan pada sumber mencakup:
1)        Perlindungan pada peralatan, struktur dan pekerja dari dampak bising.
2)        Pembatasan tingkat bising yang boleh dipancarkan sumber (Sasongko, 2000).
b.   Pengendalian Pada Media Rambatan
Pengendalian pada lintasan (media rambatan) adalah pengendalian diantara sumber dan penerima kebisingan. Prinsip pengendaliannya adalah dengan melemahkan intensitas kebisingan yang merambat dari sumber ke penerima dengan cara membuat hambatan-hambatan. Ada 2 cara pengendalian kebisingan pada lintasan yaitu out door noise control dan indoor noise control.
1)      Outdoor Noise Control
Pengendalian kebisingan di luar sumber suara adalah mengusahakan menghambat rambatan suara di luar ruangan sedemikian rupa sehingga intensitas suaranya menjadi lemah.
2)      Indoor Noise Control
Pengendalian di dalam ruang sumber suara adalah usaha menghambat rambatan suara atau kebisingan di dalam ruangan atau gedung sehingga intensitas suara menjadi lemah.

4.      Radiasi
Dalam fisika, radiasi mendeskripsikan setiap proses di mana energi bergerak melalui media atau melalui ruang, dan akhirnya diserap oleh benda lain.

a.      Radiasi ionisasi

Beberapa jenis radiasi memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi partikel. Secara umum, hal ini melibatkan sebuah elektron yang 'terlempar' dari cangkang atom elektron, yang akan memberikan muatan (positif). Hal ini sering mengganggu dalam sistem biologi, dan dapat menyebabkan mutasi dan kanker.
Jenis radiasi umumnya terjadi di limbah radioaktif peluruhan radioaktif dan sampah. Tiga jenis utama radiasi ditemukan oleh Ernest Rutherford, Alfa, Beta, dan sinar gamma. radiasi tersebut ditemukan melalui percobaan sederhana, Rutherford menggunakan sumber radioaktif dan menemukan bahwa sinar menghasilkan memukul tiga daerah yang berbeda. Salah satu dari mereka menjadi positif, salah satu dari mereka bersikap netral, dan salah satu dari mereka yang negatif. Dengan data ini, Rutherford menyimpulkan radiasi yang terdiri dari tiga sinar. Beliau memberi nama yang diambil dari tiga huruf pertama dari abjad Yunani yaitu alfa, beta, dan gamma.
peluruhan alfa

·         Radiasi alpha (α)
Peluruhan Alpha adalah jenis peluruhan radioaktif di mana inti atom memancarkan partikel alpha, dan dengan demikian mengubah (atau 'meluruh') menjadi atom dengan nomor massa 4 kurang dan nomor atom 2 kurang. Namun, karena massa partikel yang tinggi sehingga memiliki sedikit energi dan jarak yang rendah, partikel alfa dapat dihentikan dengan selembar kertas (atau kulit).

·         Radiasi beta (β)

peluruhan beta

Peluruhan beta adalah jenis peluruhan radioaktif di mana partikel beta (elektron atau positron) dipancarkan.
Radiasi beta-minus (β) terdiri dari sebuah elektron yang penuh energi. radiasi ini kurang terionisasi daripada alfa, tetapi lebih daripada sinar gamma. Elektron seringkali dapat dihentikan dengan beberapa sentimeter logam. radiasi ini terjadi ketika peluruhan neutron menjadi proton dalam nukleus, melepaskan partikel beta dan sebuah antineutrino.
Radiasi beta plus (β+) adalah emisi positron. Jadi, tidak seperti β, peluruhan β+ tidak dapat terjadi dalam isolasi, karena memerlukan energi, massa neutron lebih besar daripada massa proton. peluruhan β+ hanya dapat terjadi di dalam nukleus ketika nilai energi yang mengikat dari nukleus induk lebih kecil dari nukleus. Perbedaan antara energi ini masuk ke dalam reaksi konversi proton menjadi neutron, positron dan antineutrino, dan ke energi kinetik dari partikel-partikel

·         Radiasi gamma (γ)
peluruhan gamma

Radiasi gamma atau sinar gamma adalah sebuah bentuk berenergi dari radiasi elektromagnetik yang diproduksi oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron. Radiasi gamma terdiri dari foton dengan frekuensi lebih besar dari 1019 Hz. Radiasi gamma bukan elektron atau neutron sehingga tidak dapat dihentikan hanya dengan kertas atau udara, penyerapan sinar gamma lebih efektif pada materi dengan nomor atom dan kepadatan yang tinggi. Bila sinar gamma bergerak melewati sebuah materi maka penyerapan radiasi gamma proporsional sesuai dengan ketebalan permukaan materi tersebut.

b.      Radiasi non-ionisasi

Radiasi non-ionisasi, sebaliknya, mengacu pada jenis radiasi yang tidak membawa energi yang cukup per foton untuk mengionisasi atom atau molekul. Ini terutama mengacu pada bentuk energi yang lebih rendah dari radiasi elektromagnetik (yaitu, gelombang radio, gelombang mikro, radiasi terahertz, cahaya inframerah, dan cahaya yang tampak). Dampak dari bentuk radiasi pada jaringan hidup hanya baru-baru ini telah dipelajari. Alih-alih membentuk ion berenergi ketika melewati materi, radiasi elektromagnetik memiliki energi yang cukup hanya untuk mengubah rotasi, getaran atau elektronik konfigurasi valensi molekul dan atom. Namun demikian, efek biologis yang berbeda diamati untuk berbagai jenis radiasi non-ionisasi
·         Radiasi Neutron
Radiasi Neutron adalah jenis radiasi non-ion yang terdiri dari neutron bebas. Neutron ini bisa mengeluarkan selama baik spontan atau induksi fisi nuklir, proses fusi nuklir, atau dari reaksi nuklir lainnya. Ia tidak mengionisasi atom dengan cara yang sama bahwa partikel bermuatan seperti proton dan elektron tidak (menarik elektron), karena neutron tidak memiliki muatan. Namun, neutron mudah bereaksi dengan inti atom dari berbagai elemen, membuat isotop yang tidak stabil dan karena itu mendorong radioaktivitas dalam materi yang sebelumnya non-radioaktif. Proses ini dikenal sebagai aktivasi neutron.
·         Radiasi elektromagnetik
Radiasi elektromagnetik mengambil bentuk gelombang yang menyebar dalam udara kosong atau dalam materi. Radiasi EM memiliki komponen medan listrik dan magnetik yang berosilasi pada fase saling tegak lurus dan ke arah propagasi energi. Radiasi elektromagnetik diklasifikasikan ke dalam jenis menurut frekuensi gelombang, jenis ini termasuk (dalam rangka peningkatan frekuensi): gelombang radio, gelombang mikro, radiasi terahertz, radiasi inframerah, cahaya yang terlihat, radiasi ultraviolet, sinar-X dan sinar gamma. Dari jumlah tersebut, gelombang radio memiliki panjang gelombang terpanjang dan sinar gamma memiliki terpendek. Sebuah jendela kecil frekuensi, yang disebut spektrum yang dapat dilihat atau cahaya, yang dilihat dengan mata berbagai organisme, dengan variasi batas spektrum sempit ini. EM radiasi membawa energi dan momentum, yang dapat disampaikan ketika berinteraksi dengan materi.
·         Cahaya
Cahaya adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang yang terlihat oleh mata manusia (sekitar 400-700 nm), atau sampai 380-750 nm. Lebih luas lagi, fisikawan menganggap cahaya sebagai radiasi elektromagnetik dari semua panjang gelombang, baik yang terlihat maupun tidak.
·         Radiasi termal
Radiasi termal adalah proses dimana permukaan benda memancarkan energi panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik. radiasi infra merah dari radiator rumah tangga biasa atau pemanas listrik adalah contoh radiasi termal, seperti panas dan cahaya yang dikeluarkan oleh sebuah bola lampu pijar bercahaya. Radiasi termal dihasilkan ketika panas dari pergerakan partikel bermuatan dalam atom diubah menjadi radiasi elektromagnetik. Gelombang frekuensi yang dipancarkan dari radiasi termal adalah distribusi probabilitas tergantung hanya pada suhu, dan untuk benda hitam asli yang diberikan oleh hukum radiasi Planck. hukum Wien memberikan frekuensi paling mungkin dari radiasi yang dipancarkan, dan hukum Stefan-Boltzmann memberikan intensitas panas.

Penggunaan Radiasi:

·         Dalam kedokteran
Radiasi dan zat radioaktif digunakan untuk diagnosis, pengobatan, dan penelitian. sinar X, misalnya, melalui otot dan jaringan lunak lainnya tapi dihentikan oleh bahan padat. Properti sinar X ini memungkinkan dokter untuk menemukan tulang rusak dan untuk menemukan kanker yang mungkin tumbuh dalam tubuh. Dokter juga menemukan penyakit tertentu dengan menyuntikkan zat radioaktif dan pemantauan radiasi yang dilepaskan sebagai bergerak melalui substansi tubuh.
 ·         Dalam Komunikasi
Semua sistem komunikasi modern menggunakan bentuk radiasi elektromagnetik. Variasi intensitas radiasi berupa perubahan suara, gambar, atau informasi lain yang sedang dikirim. Misalnya, suara manusia dapat dikirim sebagai gelombang radio atau gelombang mikro dengan membuat gelombang bervariasi sesuai variasi suara.
·         Dalam iptek
Para peneliti menggunakan atom radioaktif untuk menentukan umur bahan yang dulu bagian dari organisme hidup. Usia bahan tersebut dapat diperkirakan dengan mengukur jumlah karbon radioaktif mengandung dalam proses yang disebut penanggalan radiokarbon. Kalangan ilmuwan menggunakan atom radioaktif sebagai atom pelacak untuk mengidentifikasi jalur yang dilalui oleh polutan di lingkungan.
Radiasi digunakan untuk menentukan komposisi bahan dalam proses yang disebut analisis aktivasi neutron. Dalam proses ini, para ilmuwan membombardir contoh zat dengan partikel yang disebut neutron. Beberapa atom dalam sampel menyerap neutron dan menjadi radioaktif. Para ilmuwan dapat mengidentifikasi elemen-elemen dalam sampel dengan mempelajari radiasi yang dilepaskan.

Berbagai Sumber Radiasi disekitar Lingkungan Manusia:

Sumber radiasi berasal dari alam dan teknologi. Sumber radiasi dari alam adalah :
a)      radiasi kosmik 0,4 mSV
b)      radiasi sinar matahari 0,4 mSV
c)      radiasi kulit bumi 0,5 mSV
d)     gas radioaktif radon 1,3 mSV
e)      makanan dan minuman yang dikosumsi
f)       tubuh manusia, yaitu karbon C-14. potassium K-40 dan polonium Po-210

Jumlah total radiasi dari alam yang menerpa manusia serta tidak bisa dihindari adalah 2,4 milisieverts (mSV). Dari seluruh sumber radiasi alami yang tertinggi adalah radiasi radon, asalnya dari peluruhan uranium di kulit bumi sebesar 1,3 mSV.
Sedangkan sumber radiasi dari teknologi manusia adalah :
a)      penggunaan radiasi untuk dunia medik (6,9 mSV CT-Scanner, 0,05-0,6 mSV sinar X)
b)     sisa uji coba dari bom atom dan PLTN 0,05 mSV
c)      hasil pembakaran batu bara
d)     penggunaan produk-produk yang memancarkan radiasi

Beberapa Penyakit Akibat Radiasi:
a.      Radiodermatitis
Radiodermatitis adalah peradangan kulit yang terjadi akibat penyinaran local dengan dosis tinggi. Dimulai dengan tanda kemerahan pada kulit yang terkena radiasi, kemudian diikuti oleh masa tenang beberapa hari sampai 3 minggu baru kemudian muncul gejala yang khas tergantung dari dosis yang diterima.
b.      Katarak
Katarak terjadi pada penyinaran mata dengan dosis diatas 1,5 Gray (Gy), dengan masa tenang antara 5 – 10 tahun.
c.       Sterilitas (kemandulan)
Sterilitas dapat terjadi karena akibat penyinaran pada kelenjar kelamin. Efek berupa pengurangan kesuburan sampai kemandulan. Sel sperma yang muda lebih peka dari pada sel tua. Aktivitas pembentukan sperma dapat mulai menurun pada dosis beberapa senti Gray (cGy).
d.      Sindrom Rasiasi Akut
Sindrom Radiasi Akut dapat terjadi setelah penyinaran seluruh tubuh dengan dosis lebih dari 1 Gy yang diterima secara sekaligus dengan laju dosis yang cukup tinggi oleh radiasi yang berdaya tembus besar. Gejala diawali dengan gejala tidak khas seperti mual dan muntah, demam, rasa lelah, sakit kepala serta diare, kemudian diikuti masa tenang selama 2 sampai 3 minggu. Pada masa ini gejala mereda, setelah masa tenang lewat, maka timbul nyeri perut, diare, perdarahan, anemia, infeksi bahkan kematian.

Pencegahan:
Pencehagan radiasi dapat dilakukan dengan:
1.      Menghindari terlalu dekat dengan alat-alat yang berpotensi memancarkan radiasi.
2.      Menggunakan alat pelindung diri seperti pakaian yang tertutup, jaket, dll sehingga radiasi tidak langsung mengenai kulit atau badan.
3.      Menggunakan lotion.
4.      Menghindari terlalu lama berhadapan dengan alat-alat beradiasi dengan cara mengambil waktu istirahat setelah bekerja selama 10 atau 15 menit.
5.      Menggunakan kacamata anti radiasi bila bekerja menggunakan laptop atau komputer.

5.      Trauma Mekanik
Trauma mekanik yang khas adalah fraktur tulang. Bila seseorang mempertahankan dirinya terhadap suatu pukulan mungkin os. Ulnaris akan patah, tulang radius mungkin patah apabila seseorang yang jatuh menopang badannya dengan salah satu tangannya.
Tanda-tanda dari fraktur adalah:
·         Nyeri pada pergerakan
·         Posisi tungkai yang abnormal
·         Functio laesa (fungsi terganggu)

Penderita tidak dapat menggunakan bagian tubuhnya yang terluka. mulailah dengan inspeksi. Tungkai yang patah akan memperlihatkan posisi yang abnormal (dislokasi). Setelah beberapa saat akan timbul pembengkakan (tumor) karena darah mengumpul disekitar jaringan fraktur. Langkah berikutnya ialah meraba dan merasakan tungkai yang sakit (palpasi). Tekanan yang ringan pada daerah yang fraktur akan menyebabkan rasa sakit. Gejala ini tidak spesifik.
Sebelum zaman radiografi, gerakan yang abnormal disertai krepitasi harus ditemukan. Sejak adanya foto rontgen, prosedur yang menyakitkan ini tidak dibutuhkan lagi. Kombinasi gejala2 yang tetap seperti yang kita temukan pada fraktur disebut suatu sindrom.


REFERENSI

____________. 2012. Dampak Suhu Bagi Tubuh Manusia. Tersedia di: http://www.Apligo.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

____________. 2010. Suhu Tubuh. Tersedia di: http://www.kompasforum.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

Muhibbudin, Muhammad. 2011. Gangguan Kesehatan Akibat Suhu Tubuh. Tersedia di: http://www.blogkesehatan.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

Muawiah, Abu. 2009. Penyakit-penyakit di Musim Hujan. Tersedia di: http://www.health.detik.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

Kusnadi, Rahmat. 2010. Kelembaban Udara. Tersedia di: http://www.rahmadkusnadi.blogspot.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

Yosainto. 2011. Beberapa Penyakit Akibat Radiasi. Tersedia di: http://www.yosainto.wordpress.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

Aneka, Toro. 2011. Berbagai Sumber radiasi Disekitar Lingkungan Manusia. Tersedia di: http://www.toroaneka.blogspot.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

___________. 2011. Radiasi. Tersedia di: http://www.wikipedia.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

Paradifa, Renjana. 2010. Trauma. Tersedia di: http://www.renjanaparadifa.blogdetik.com. Diakses tanggal: 30 September 2012.

Kelompok VIII. 2012. Laporat Praktikum Pengukuran Tingkat kebisingan. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

 

 

 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar